tips meningkatkan penjualan

Tips Meningkatkan Penjualan di Masa Pandemi

Sektor UKM termasuk salah satu yang terdampak paling besar akibat pandemi. Faktor penjualan yang sebagian besar masih mengandalkan interaksi langsung jadi salah satu penyebabnya. Akan tetapi, meski menurun bukan berarti tidak bisa meningkat, silahkan lihat dulu tips untuk UKM siapa tahu bisa menginspirasi. 

Tips untuk UKM yang dimaksud adalah cara bagaimana agar UKM dapat bertahan dengan meningkatkan penjualannya. Apa saja tips atau cara mengembangkan UKM agar penjualan meningkat?

1. Mulai Membuka Toko di E-commerce

Di kala pandemi, karena berbagai regulasi masyarakat jadi lebih terbiasa diam di rumah. Otomatis hal ini mempengaruhi sektor UKM, hal ini juga dikonfirmasi oleh Kementerian KUMKM

Salah satu solusi agar pengusaha bisa bertahan adalah beradaptasi dengan situasi yang ada. E-commerce bisa menjadi salah satu cara beradaptasi yang tepat, sekaligus meningkatkan penjualan. 

Hal ini terbukti dari meningkatkan jumlah pembelian produk non-makanan di e-commerce selama pandemi. Sebaliknya, penjualan di toko offline malah menurun cukup signifikan. 

dbs

Sumber : dbs.com

Dari data hasil survei yang dilakukan Bank DBS di atas membuktikan bahwa penjualan di e-commerce meningkat. Apabila Anda juga mulai membangun toko di e-commerce kemungkinan penjualan meningkat tentunya lebih besar. 

Konsumen beralih ke e-commerce, tentu Anda juga harus mendatanginya kesana. Ibarat memancing, Anda tentu memilih daerah yang kemungkinan ada banyak ikan bukan?

2. Bekerja Sama dengan Penjual Lain yang Masih Berkaitan (Partnership)

Di Jogja untuk tetap menjaga desa wisata tidak tumbang, dibuatlah sebuah sistem. Semua yang berhubungan dengan pariwisata bekerja sama untuk mempromosikan masing-masing produk. 

Mulai dari travel agent, komunitas lokal, warga desa, dan pemerintah. Jika disimpulkan, semua stakeholder akan mendapat keuntungan bila desa wisata tetap bertahan bukan?

Anda juga bisa menerapkan hal ini dengan bekerja sama menggaet pengusaha yang memiliki produk yang masih berhubungan. Bisa dikatakan saling bahu-membahu membangun UKM bersama. 

Misalnya saja pengusaha cafe bekerja sama dengan bakery. Di cafe tentu biasanya ada beragam kue, dan begitu pula di bakery ada minuman sebagai teman makan. Cafe bisa menyuplai bakery minuman, dan sebaliknya bakery bisa menyuplai cafe berbagai macam kue. 

Selain bisa saling menyuplai produk, keduanya juga bisa saling mempromosikan. Bisa di media sosial masing-masing, bisa dengan membuat event diskon, atau yang lainnya bersama. 

3. Mempromosikannya di Media Sosial

Jumlah pengguna media sosial di Indonesia mencapai 160 juta atau sama dengan 59% dari total penduduk Indonesia. Jadi, bayangkan saja bila 0.01%nya bisa menjadi konsumen Anda setiap bulan? Menggiurkan sekali bukan?

Melakukan promosi di media sosial sendiri juga bukanlah hal yang sulit, Anda pasti bisa melakukannya. Di bawah ini ada sedikit saran atau tips bagaimana melakukan promosi di media sosial, silahkan lihat tips ini, ya:

  • Cari tahu media sosial mana yang terbaik
  • Pastikan siapa target pasar sebenarnya
  • Pendekatan seperti apa yang akan dipakai saat mengoperasikan media sosial
  • Pasang target seperti berapa post, like, dll
  • Buat konten yang menarik dan bukan hanya tentang promosi
  • Analisa dan perbaiki konten atau cara berinteraksi jika kurang

4. Perbaikan Kualitas dan Produk Layanan

Kualitas dan layanan yang baik membuat konsumen lebih senang, dan menaruh kepercayaan serta loyalitas. Kedua hal tersebut sangat penting di masa ini, dimana masyarakat lebih selektif dalam berbelanja karena menurunnya daya beli.

Untuk menilai apakah produk Anda sudah bisa dikategorikan berkualitas atau belum, ada 8 kriteria yang bisa dijadikan acuan. 

  1. Performa atau seberapa baik produk
  2. Fitur atau komponen yang melengkapi produk
  3. Kehandalan produk untuk bisa bertahan di lingkungan bisnis
  4. Kesesuaian produk dengan standar di industri produk tersebut
  5. Ketahanan produk dari segi teknis dan nilai ekonomis
  6. Kemudahan perbaikan produk bila ada masalah
  7. Estetika produk
  8. Persepsi konsumen terhadap kualitas

Sedangkan untuk pelayanan, konsumen akan suka bila Anda bersikap ramah, responsif, dan menjual produk yang sesuai dengan deskripsi. 

5. Bekerja Sama dengan Delivery

Untuk pengusaha makanan, tentu pembatasan pemerintah sangat berdampak. Mulai dari batasan jam buka, sampai berapa persen pelanggan yang harus ada di sana. Kemudian, pembeli saat ini juga cenderung lebih suka makan di rumah daripada di luar. 

Anda bisa mengatasinya dengan bekerja sama dengan jasa delivery seperti Gojek, Grab, atau mengantarnya sendiri. Jadi, konsumen tetap bisa makan dengan nyaman di rumah dan penjualan Anda lancar.

6. Menjaga Kepercayaan Relasi Bisnis

Mencoba mendapatkan pelanggan baru memang penting. Akan tetapi, menjaga agar pelanggan tidak berpindah ke pesaing juga tidak kalah penting.

Banyak pengusaha yang bisa bertahan karena mereka memiliki pelanggan tetap. Jadi, menjaga kepercayaan relasi bisa dibilang salah satu kunci atau cara agar usaha UMKM dapat bertahan lama.

Bagaimana cara untuk menjaga kepercayaan relasi bisnis? Anda dapat menjaganya dengan memenuhi kesepakatan yang dibuat, dan menjaga kualitas produk. Pelayanan dan komunikasi juga tidak kalah penting dan harus tetap dijaga.

Di masa pandemi seperti ini memang wajar apabila penjualan menurun karena daya beli juga menurun. Apabila Anda saat ini sedang berada di masa-masa itu, jangan menyerah. Silahkan coba dahulu tips atau cara meningkatkan UKM di atas, siapa tahu itu akan membantu.

Apabila usaha Anda memenuhi syarat, bisa juga mendaftar untuk mendapatkan bantuan UMKM dari pemerintah. Dana yang akan didapatkan sekitar 2,4 juta, lumayan untuk menambah modal bukan? Bagi Anda yang ingin mengajukan bantuan sebesar 2,4 juta tersebut, bisa membaca persyaratannya disini.

Jadi, jangan lekas menyerahnya dan semoga tips untuk UKM di atas bisa bermanfaat dan meningkatkan penjualan.